Denmark Ancang-ancang Bubarkan NATO Jika AS Serius Rebut Greenland

- Rabu, 07 Januari 2026 | 08:10 WIB
Denmark Ancang-ancang Bubarkan NATO Jika AS Serius Rebut Greenland

Dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, hingga Kanselir Jerman Friedrich Merz, semuanya satu suara. Mereka didampingi oleh PM Italia Giorgia Meloni, PM Polandia Donald Tusk, dan PM Spanyol Pedro Sanchez. Mette Frederiksen sendiri juga menandatanganinya.

Intinya, mereka menegaskan bahwa keamanan di kawasan Arktik adalah prioritas utama Eropa. Dan itu harus dijaga bersama, dengan tetap menghormati kedaulatan.

"Greenland adalah milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland yang berhak menentukan masa depan mereka sendiri," bunyi pernyataan tegas itu.

Mereka juga menekankan prinsip-prinsip universal seperti kedaulatan dan integritas teritorial yang tak boleh dilanggar. "Prinsip ini universal. Dan kami tak akan berhenti membelanya," tambah pernyataan tersebut, meski tetap menyebut AS sebagai sekutu penting.

Sejak kembali ke Gedung Putih, Trump memang bersikeras. Negeri Paman Sam 'butuh' Greenland demi alasan keamanan nasional. Ia bahkan tak menampik opsi militer untuk mewujudkannya. Langkah kontroversialnya memuncak ketika ia menunjuk Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai Utusan Khusus untuk Greenland. Tindakan inilah yang memicu Denmark memanggil duta besar AS untuk protes.

"Kita butuh Greenland untuk keamanan nasional. Bukan cuma untuk mineralnya," ujar Trump dalam sebuah konferensi pers di Palm Beach, Florida.

Dia menggambarkan kekhawatirannya melihat aktivitas kapal-kapal Rusia dan China di perairan sekitar Greenland. "Lihat saja ke sana, kapal-kapal mereka ada di mana-mana," katanya.

Dengan nada yang tak terbantahkan, presiden ke-47 AS itu menegaskan kembali, "Kita harus memilikinya."

Suasana memang semakin memanas. Dunia pun menunggu, apa langkah Trump selanjutnya setelah mendapat tentangan begitu solid dari sekutu-sekutu lamanya di Eropa.


Halaman:

Komentar