Dokter Tompi, yang juga dikenal sebagai penyanyi, baru-baru ini buka suara. Ia menyoroti komentar Pandji Pragiwaksono soal penampilan Gibran yang disebut "ngantukan".
Menurut Tompi, yang dilihat Pandji itu bukan sekadar kantuk biasa. Lewat unggahan di Instagram, ia menjelaskan dengan cukup detail.
"Apa yang terlihat 'mengantuk' pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS," tulisnya.
Ia menambahkan, kondisi itu bisa bersifat bawaan, fungsional, atau terkait masalah medis. "Dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON," tegas Tompi.
Nah, penjelasan medis ini justru memantik rasa penasaran banyak orang. Istilah "ptosis" pun ramai diperbincangkan.
Di sisi lain, tanggapan datang dari Pak Suharsono. Melalui sebuah video, ia justru melihat langkah Tompi ini kurang tepat.
"Aib Gibran dibongkar dokter Termul, ehhh dokter Tompi," ujarnya dengan nada sedikit menyindir.
Menurut Pak Suharsono, alih-alih melindungi, yang terjadi malah sebaliknya. "Kalau termul itu ngomongnya sembarangan, bukan melindungi junjungannya, malah ini dibongkar sendiri...," katanya.
Pendapatnya cukup jelas: penjelasan medis Tompi dianggapnya justru membuka celah dan memperlihatkan sesuatu yang seharusnya tidak perlu diumbar.
Artikel Terkait
Kesejahteraan Dosen Dinilai Memprihatinkan, Anggota DPR Dukung Judicial Review UU Guru dan Dosen di MK
Tiga Pelajar di Sragen Diamankan Polisi Usai Siaran Langsung TikTok Berpocong yang Resahkan Warga
PDAM Makassar Matikan Aliran Air 24 Jam di 17 Wilayah Akibat Perbaikan Pipa Bocor
Polisi: Tersangka Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SD di Makassar Kecanduan Film Porno dan Narkoba