Venezuela Angkat Bicara: Kami Takkan Tunduk pada Tekanan AS

- Jumat, 09 Januari 2026 | 08:30 WIB
Venezuela Angkat Bicara: Kami Takkan Tunduk pada Tekanan AS

Venezuela menolak untuk tunduk. Di tengah klaim Amerika Serikat yang menyatakan kini memegang kendali penuh setelah penggulingan Nicolas Maduro, pemerintah sementara di Caracas justru mengeluarkan pernyataan keras. Presiden sementara Delcy Rodriguez dengan tegas menyatakan negaranya tidak akan menyerah pada tekanan Presiden AS Donald Trump.

"Kami tidak tunduk atau ditaklukkan," ujar Rodriguez.

Pernyataannya itu disampaikan dalam sebuah upacara penghormatan untuk seratus warga Venezuela yang dilaporkan tewas selama serangan AS. Acara yang penuh dengan nuansa duka itu justru menjadi panggung baginya untuk menyulut semangat perlawanan.

"Tidak ada yang menyerah. Ada pertempuran untuk tanah air," tambahnya, merujuk pada invasi militer AS yang dimulai pada 3 Januari lalu. Rodriguez menegaskan, perjuangan untuk mempertahankan Venezuela akan terus berlanjut.

Namun begitu, sikap keras Caracas ini berbenturan dengan narasi yang dibangun Washington. Sehari sebelumnya, pemerintah AS justru menyuarakan hal yang sama sekali berbeda. Lewat Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, AS mengklaim memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap otoritas sementara di Venezuela.

"Jelas kami memiliki pengaruh maksimal atas otoritas sementara di Venezuela saat ini," kata Leavitt dalam sebuah konferensi pers.

Dia bahkan tak ragu menyebut bahwa arah kebijakan pemerintah sementara Venezuela akan sangat dipengaruhi oleh Washington. "Kami terus berkoordinasi erat dengan otoritas sementara, dan keputusan mereka akan terus didikte oleh Amerika Serikat," tegas Leavitt.

Klaim ini semakin konkret dengan rencana pertemuan Presiden Trump dengan para eksekutif minyak AS. Rapat yang dijadwalkan pada Jumat itu disebut-sebut akan membahas masa depan sektor minyak Venezuela, aset yang sangat vital bagi negara tersebut. Situasinya jadi makin rumit, dan ketegangan antara kedua negara tampaknya masih akan berlanjut.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar