Soal target waktu penyelesaian, Tito memilih untuk tidak bicara muluk-muluk. Ia lebih menekankan pada kecepatan dan kesungguhan kerja timnya.
"Target tidak. Tidak ada target tapi ya tentu kita akan bekerja secepat mungkin," ungkapnya.
Sebelum pernyataan Tito, penunjukan ini telah diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Dalam pengumuman tersebut, disebutkan juga nama-nama yang akan mendampingi Tito.
"Beliau menunjuk Bapak Tito Karnavian Mendagri sebagai ketua satgas yang didampingi wakil ketua satgas Bapak Richard Tampubolon kemudian dibantu dewan pengarah yang akan diketuai Menko PMK," kata Prasetyo di lokasi yang sama.
Alasan di balik pilihan Presiden Prabowo terhadap Tito ternyata cukup strategis. Kapasitasnya sebagai Mendagri dinilai krusial untuk mengkoordinasi pemulihan di tiga provinsi yang luas itu. Dengan jaringan kewilayahan yang dimilikinya, diharapkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lain bisa berjalan lebih lancar dan efektif.
"Jadi pertimbangannya karna bencana kali ini yang terdampak di 3 provinsi yang cukup luas dan dalam kapasitas beliau sebagai menteri dalam negeri, Bapak Presiden memiliki pertimbangan dan meyakini bahwa di bawah mendagri dapat dikoordinasikan lebih baik," papar Prasetyo.
Artikel Terkait
Serangan Energi Guncang Pasar Minyak, Indonesia Incar Pasokan Alternatif dari Rusia
Yusril Tegaskan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Tetap di Pengadilan Militer
Pertemuan AS Dijadwalkan, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata
Dua Tewas Setelah Mobil Jatuh ke Jurang 60 Meter di Minahasa Selatan