Namun begitu, saat ia pertama kali menjabat, situasinya lain. Ruangannya kosong melompong. Ia pun penasaran. "Saya pertama masuk, kantornya kosong. Jadi saya bilang, 'Coba cek, kantor ini asal-usul dibangun kantor ini dari mana'. Ternyata Direktorat Perlindungan HAM," kenangnya.
Di sisi lain, Direktorat itu waktu itu masih di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Lalu apa yang dilakukan Pigai?
"Akhirnya saya perintahkan untuk langsung urus Dirjen, saya bicara, langsung ambil. Jadi ini juga kita rampas dari Kementerian. Sebenarnya bukan rampas, kita ambil paksa kembali ke sini,"
Ucapannya diselingi tawa. Ia berkelakar telah "merampas" kantor dari Kemenkumham. Tapi maksudnya jelas: gedung yang punya sejarah panjang dengan isu HAM itu, ia pastikan kembali ke "rumah" yang tepat.
Artikel Terkait
The Meru Sanur Raih Dua Penghargaan Bergengsi Tatler Best Indonesia 2026
Pemerintah Apresiasi Meta, Beri Catatan Merah untuk Google Soal Perlindungan Anak
Gubernur Jakarta Tegas Tanggapi Video Pemalakan Sopir Bajaj di Tanah Abang
LPS Soroti Tingkat Bunga Simpanan Bank Masih di Atas Batas, Kredit pun Sulit Turun