Buruh dan Mahasiswa Serukan Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS

- Selasa, 06 Januari 2026 | 16:00 WIB
Buruh dan Mahasiswa Serukan Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS

Suasana di depan Kedubes AS di Jakarta Pusat pagi ini ramai oleh suara orasi. Massa dari kalangan buruh dan mahasiswa memadati lokasi, menyuarakan solidaritas untuk Venezuela. Mereka punya satu tuntutan utama: bebaskan Nicolas Maduro.

Menurut pantauan di lokasi, Selasa (6/1/2026) pagi, kelompok dari Aliansi Kader HMI se-Jakarta sudah datang lebih dulu. Tak lama berselang, kelompok-kelompok lain pun berdatangan, menyemarakkan aksi yang berlangsung hingga siang.

Di mobil komando, orator silih berganti menyampaikan pidato. Suaranya serak namun penuh semangat. Sementara itu, di tengah kerumunan, spanduk dan poster berisi dukungan untuk Venezuela berkibar-kibar diterpa angin.

Inti protes mereka jelas. Selain mendesak pembebasan Presiden Maduro, mereka juga menuntut dihentikannya serangan militer AS ke negara Amerika Latin itu. Mereka melihat langkah Washington ini sebagai sebuah pelanggaran.

Ali Loilatu, salah satu orator dari HMI, dengan lantang menyampaikan kritiknya.

"Tindakan Presiden Donald Trump ini, menurut kami, jelas mencederai hukum internasional. Sekaligus membungkam hak asasi manusia rakyat Venezuela. Agresi militer seperti ini sangat kami sayangkan," ujarnya.

Di sisi lain, harapan mereka juga tertuju pada pemimpin dalam negeri. Massa berharap Presiden Prabowo Subianto tidak tinggal diam. Mereka mendesak agar pemerintah Indonesia menyatakan keprihatinan dan ikut mendesak AS untuk mengembalikan Maduro.

"Kami berharap Presiden Republik Indonesia angkat bicara. Ambil sikap untuk menghentikan peperangan ini dan mengembalikan Presiden Venezuela," pungkas Ali.

Aksi berlangsung tertib, meskipun suara mereka menggema keras menembus pagi. Nuansa solidaritas internasional itu terasa begitu kuat di tengah hiruk-pikuk ibu kota.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar