"Tindakan Presiden Donald Trump ini, menurut kami, jelas mencederai hukum internasional. Sekaligus membungkam hak asasi manusia rakyat Venezuela. Agresi militer seperti ini sangat kami sayangkan," ujarnya.
Di sisi lain, harapan mereka juga tertuju pada pemimpin dalam negeri. Massa berharap Presiden Prabowo Subianto tidak tinggal diam. Mereka mendesak agar pemerintah Indonesia menyatakan keprihatinan dan ikut mendesak AS untuk mengembalikan Maduro.
"Kami berharap Presiden Republik Indonesia angkat bicara. Ambil sikap untuk menghentikan peperangan ini dan mengembalikan Presiden Venezuela," pungkas Ali.
Aksi berlangsung tertib, meskipun suara mereka menggema keras menembus pagi. Nuansa solidaritas internasional itu terasa begitu kuat di tengah hiruk-pikuk ibu kota.
Artikel Terkait
Gagalnya Perundingan AS-Iran Dorong Harga Minyak Tembus US$100, Saham Migas RI Menguat
Foton eMiler, Truk Listrik dengan Kabin Lapang dan Akselerasi Halus, Siap Operasi di Indonesia
Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi Seminggu Usai Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,86 Juta per Gram, Harga Buyback Turun Rp42 Ribu