Namun begitu, fokus perhatiannya juga tertuju pada satu peristiwa spesifik: operasi militer AS yang menangkap Maduro di Caracas pada Sabtu (3/1) dini hari. Guterres menyoroti bahwa aksi itu dinilainya tidak menghormati aturan hukum internasional.
"Saya secara konsisten menekankan pentingnya penghormatan penuh, oleh semua pihak, terhadap hukum internasional," tegasnya. Piagam PBB, baginya, adalah landasan utama yang tak boleh diabaikan.
Keprihatinannya itu ia ulangi dengan nada yang sama. Seperti dilaporkan Anadolu Agency, Guterres menyatakan, "Saya tetap sangat prihatin bahwa aturan hukum internasional belum dihormati sehubungan dengan aksi militer 3 Januari."
Pernyataannya itu menggantung di ruang sidang. Sebuah peringatan sekaligus harapan, di tengah situasi yang makin rumit.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Perintahkan Penertiban Dapur Gizi Bermasalah dan Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Manado Kerahkan 1.216 Personel Amankan Perayaan Paskah Nasional 2026
Layanan SIM Keliling Kembali Beroperasi di Jakarta, Cek Jadwal dan Syaratnya
PM Spanyol Kecam Netanyahu, Tuduh Rendahkan Nyawa dan Hukum Internasional