Iran Bergolak: Protes Ekonomi Meluas, Khamenei Beda Sikap dengan Presiden

- Selasa, 06 Januari 2026 | 10:35 WIB
Iran Bergolak: Protes Ekonomi Meluas, Khamenei Beda Sikap dengan Presiden

Bentrokan dan Korban Terus Berlanjut

Laporan kekerasan terus mengalir dari berbagai daerah. Di kota Qom, yang dikenal sebagai pusat konservatif dan pendidikan Syiah, dua orang dilaporkan tewas. Salah satunya disebut akibat ledakan granat rakitan yang, menurut otoritas keamanan, sedang dibawa untuk menyerang warga. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api di beberapa ruas jalan.

Sementara di kota Harsin, Provinsi Kermanshah, seorang anggota Basij dilaporkan tewas akibat serangan senjata api dan pisau. Media pemerintah juga memberitakan insiden kekerasan di Kabupaten Malekshahi, Provinsi Ilam, meski tanpa rincian yang lengkap.

Kelompok Hengaw dan Iran Human Rights secara terbuka menuduh aparat keamanan Iran menembaki para demonstran. Tuduhan ini dibantah media semiresmi Fars, yang mengklaim tanpa bukti bahwa sebagian demonstran membawa senjata api dan granat.

Trump Ikut Bersuara

Ketegangan makin meruncing setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak menggunakan kekerasan terhadap demonstran damai. Trump menegaskan, jika Teheran “membunuh demonstran damai secara brutal”, maka Amerika Serikat “akan datang untuk menyelamatkan mereka”.

Peringatan itu, meski tidak merinci bentuk intervensi apa yang dimaksud, langsung memicu reaksi keras dari Teheran. Sejumlah pejabat Iran membalas dengan ancaman balasan, termasuk menargetkan pasukan AS yang berada di kawasan Timur Tengah.

Di tengah meningkatnya ketegangan politik dan keamanan ini, Iran juga menyatakan telah menghentikan pengayaan uranium di seluruh fasilitas nuklirnya. Langkah ini dilihat sebagai sinyal keterbukaan untuk kemungkinan negosiasi dengan Barat.

Tapi hingga kini, pembicaraan itu belum terwujud. Malah, Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali memperingatkan Teheran agar tidak menghidupkan kembali program nuklirnya.

Sementara itu, lembaga konsultan risiko politik Eurasia Group punya analisis sendiri. Mereka menilai gelombang protes di Iran ini tidak digerakkan oleh kekuatan oposisi yang terorganisir.

“Iran tidak memiliki oposisi domestik yang terorganisir; para demonstran kemungkinan besar bergerak secara spontan,”

Meski begitu, kelompok tersebut menilai rezim Iran masih punya satu keunggulan: aparat keamanan yang besar dan solid. Itu yang memungkinkan pemerintah menekan aksi protes tanpa kehilangan kendali atas negara.

Editor: Rizki Nugraha


Halaman:

Komentar