Isu Greenland kembali mencuat. Kali ini, seruan Donald Trump agar wilayah es itu bergabung dengan Amerika Serikat memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak. Perdana Menteri Greenland sendiri, Jens-Frederik Nielsen, punya pesan singkat untuk Trump: "Cukup sudah."
Semua ini berawal dari komentar Trump yang diulanginya saat dalam penerbangan menggunakan Air Force One. Menurutnya, AS membutuhkan Greenland demi keamanan nasional. "Denmark tidak akan mampu melakukannya," begitu kira-kira alasan yang ia sampaikan kepada para awak media, seperti dilaporkan AFP, Senin (5/1/2026).
Namun begitu, respons dari Nuuk, ibukota Greenland, terasa dingin dan tegas.
Melalui sebuah unggahan di Facebook, PM Jens-Frederik Nielsen menulis, "Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi sindiran. Tidak ada lagi fantasi aneksasi."
"Kami terbuka untuk dialog. Kami terbuka untuk diskusi. Tetapi ini harus terjadi melalui saluran yang tepat dan dengan menghormati hukum internasional,"
imbuhnya, menegaskan posisi pemerintahannya.
Artikel Terkait
Real Sociedad dan Alaves Bermain Imbang 3-3 dalam Drama Injury Time
Adik Bupati Tulungagung yang Jadi Anggota DPRD Diamankan KPK sebagai Saksi
Imigrasi Bentuk Tim Khusus dan Fast Track untuk Permudah Atlet Asing
OJK Jabar Soroti Pentingnya Inovasi dan Jaringan untuk Dongkrak Inklusi Keuangan Syariah