Dalam perayaan Hari Ulang Tahun Satpam ke-45, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan punya cara tersendiri untuk memberi apresiasi. Lima anggota satpam yang berprestasi mendapat penghargaan langsung dari sang Kapolda. Uniknya, selain piagam, mereka juga menerima bibit pohon sebagai hadiah. Kado hijau ini bukan sekadar simbol belaka, melainkan penegasan komitmen baru: satpam tak cuma menjaga aset, tapi juga lingkungan.
Kelima satpam itu dihargai atas aksi nyata mereka mencegah pencurian di tempat kerja masing-masing. Menurut Herry, ini bukti konkret bahwa satpam adalah mitra strategis Polri dalam menciptakan keamanan dan ketertiban.
Acara yang digelar di Mapolda Riau, Pekanbaru, Senin (5/1/2026) itu ramai dihadiri. Wakapolda Riau Brigjen Jossy Kusumo dan sejumlah pejabat utama lain hadir. Turut hadir pula Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Jarot Suprihanto, perwakilan asosiasi satpam, dan ratusan satpam se-Riau. Suasana terasa khidmat namun penuh kehangatan.
Di sisi lain, Ketua BPD ABUJAPI, Tagor Rifandi, menyoroti sejumlah pencapaian. Ia menyebutkan, sinergi satpam dengan Polri kian erat, terbukti dari partisipasi aktif dalam penyaluran bantuan sosial untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
"Tujuannya untuk mempererat sinergi antara satpam dan Polri, meningkatkan profesionalisme dan rasa bangga sebagai bagian dari sistem pengamanan yang mendukung tugas Polda Riau," ujar Tagor.
Tagor juga tak lupa mengucapkan terima kasih. Apresiasi khusus ia sampaikan kepada Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan Dirbinmas Polda Riau Kombes Eko Budhi Purwoko.
"Dukungan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas dan dedikasi dalam menjalankan tugas sebagai mitra Polri," imbuhnya.
Komitmen terhadap lingkungan bukan omong kosong. Di Riau, satpam sudah menanam ratusan pohon di berbagai lokasi tempat mereka bertugas. Ini adalah wujud nyata dari dukungan mereka terhadap program Green Policing.
Satpam Penjaga Keamanan Ekologis
Dalam sambutannya, Kapolda Herry Heryawan bicara cukup dalam. Ia menegaskan, peran satpam kini telah berevolusi. Bukan lagi sekadar penjaga keamanan konvensional.
"Evolusi peran satpam yang tidak hanya tugasnya sebagai penjaga keamanan konvensional, tetapi sebagai guardian of sustainable security. Keamanan sejati bukan hanya melindungi manusia dari manusia, tetapi juga melindungi kehidupan dari ancaman yang merusak keseimbangan alam," tegas Herry.
Ia memaparkan sudut pandang yang lebih holistik. Ancaman terhadap lingkungan, kata dia, berkaitan erat dengan keamanan manusia dan isu ketidakadilan. Karena itu, aksi pemulihan alam yang rusak menjadi sebuah keharusan.
"Keamanan holistik mengajarkan bahwa ancaman lingkungan adalah ancaman terhadap keamanan manusia itu sendiri, ketidakadilan, dan kita lihat bagaimana alam lingkungan yang rusak harus kita bangkitkan," jelasnya.
Di akhir pidato, Herry mengajak semua pihak, terutama satpam, untuk membangkitkan kesadaran kolektif. Hutan dan alam telah memberikan kehidupan. Sekarang, giliran kita membalas jasa itu.
"Kesadaran kolektif seluruh masyarakat bahwa alam lingkungan, hutan sudah memberikan kehidupan bagi kita, maka kita juga harus bisa memberikan kehidupan bagi 'mereka' dengan tidak merusak hutan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Hinca Pandjaitan Pertanyakan Klaim Jokowi Tak Teken Revisi UU KPK
NPCI Sumsel Luncurkan Pelatda Berjalan untuk Persiapan Peparnas 2028
Kapolri Ingatkan Ancaman AI dan Cuaca Ekstrem di Milad PUI
YouTuber Resbob Hadapi Tuntutan 4 Tahun Penjara atas Dugaan Penghinaan Suku Sunda