Pengakuan Israel terhadap Somaliland datang bak petir di siang bolong bagi Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud. Ia menyebut langkah itu sesuatu yang "tidak terduga dan aneh." Lebih dari sekadar kejutan diplomatik, Mohamud khawatir langkah ini bakal berimbas buruk, bukan cuma untuk rakyat Palestina di Gaza, tapi juga untuk kawasan Tanduk Afrika yang sudah rentan.
Dalam wawancara khusus dengan Al Jazeera dari Istanbul, Mohamud tak menyembunyikan rasa herannya. Baginya, ini adalah campur tangan yang tiba-tiba dari pihak luar.
Menurutnya, Somalia selama ini berusaha menyatukan kembali negara dengan jalan damai. Lalu, setelah 34 tahun, tiba-tiba Israel muncul dan bilang 'Kami mengakui Somaliland'. Sungguh aneh.
Bagi Mohamud, ini bukan sekadar isyarat biasa. "Ini kedok untuk tujuan strategis Israel yang spesifik dan berisiko tinggi," tegasnya. Ia curiga ada agenda lain yang jauh lebih gelap di balik pengakuan itu.
Israel, pekan lalu, secara resmi menjadi negara pertama dan sejauh ini satu-satunya yang mengakui wilayah separatis di barat laut Somalia itu. Somaliland sendiri punya posisi strategis, berbatasan dengan Teluk Aden.
Artikel Terkait
Trump Berganti Sikap: Dari Minta Bantuan NATO hingga Ancaman Serbu Iran
Bentrokan Antarwarga di Halmahera Tengah Tewaskan Dua Orang
Target Pertumbuhan 5,4% Terancam Gejolak Harga Minyak dan Defisit APBN
SIM Keliling Bandung Buka di Dua Lokasi Hari Ini untuk Perpanjangan SIM