Kekhawatiran terbesar Mohamud? Israel akan memanfaatkan ini untuk memaksa pengungsi Palestina pindah ke Somalia. Ia melihatnya sebagai upaya Israel mengekspor masalahnya di Gaza ke Afrika. "Ini akan membuka kotak kejahatan di dunia," sindirnya.
Dari informasi intelijen yang dimiliki pemerintahnya, Mohamud mengungkap Somaliland konon telah menyetujui tiga syarat dari Israel. Pertama, soal pemukiman kembali warga Palestina. Kedua, pendirian pangkalan militer Israel di pesisir Teluk Aden. Dan ketiga, bergabungnya Somaliland ke dalam Perjanjian Abraham pakta normalisasi Israel dengan sejumlah negara Arab seperti UEA dan Bahrain.
Yang lebih mencemaskan lagi, Mohamud menyebut kehadiran Israel di Somaliland sebenarnya sudah berlangsung diam-diam. Pengakuan resmi ini, katanya, hanyalah formalitas belaka untuk mengesahkan apa yang sudah terjadi di bawah tangan.
Semuanya kini terasa seperti permainan besar dengan taruhan tinggi. Dan Somalia, bersama kawasan yang sudah tak stabil, merasa terancam menjadi bidak di dalamnya.
Artikel Terkait
Trump Berganti Sikap: Dari Minta Bantuan NATO hingga Ancaman Serbu Iran
Bentrokan Antarwarga di Halmahera Tengah Tewaskan Dua Orang
Target Pertumbuhan 5,4% Terancam Gejolak Harga Minyak dan Defisit APBN
SIM Keliling Bandung Buka di Dua Lokasi Hari Ini untuk Perpanjangan SIM