Tiga Prajurit TNI Terluka dalam Ledakan di Fasilitas PBB Lebanon

- Sabtu, 04 April 2026 | 07:50 WIB
Tiga Prajurit TNI Terluka dalam Ledakan di Fasilitas PBB Lebanon

Jakarta diguncang kabar buruk lagi dari Lebanon. Tiga prajurit TNI yang sedang bertugas dalam misi perdamaian PBB, UNIFIL, jadi korban ledakan di sebuah fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dua dari mereka dikabarkan mengalami luka yang cukup serius.

Informasi ini pertama kali dikonfirmasi oleh juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel. Dalam pernyataannya yang dirilis Jumat (3/4/2026), ia menyebut ledakan terjadi di dalam fasilitas PBB dekat El Adeisse.

"Sore ini, sebuah ledakan di dalam fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius. Saat ini mereka sedang dievakuasi ke rumah sakit," kata Kandice.

Soal apa yang memicu ledakan itu? Masih gelap. Kandice mengaku pihaknya belum bisa memastikan asal-usulnya. "Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut," ucapnya. Situasinya memang rumit.

Menurutnya, pekan ini benar-benar masa sulit bagi pasukan perdamaian yang beroperasi di wilayah tengah Lebanon. UNIFIL pun mengucapkan harapan terbaiknya.

"Ini merupakan pekan yang sulit bagi para penjaga perdamaian yang bertugas di sekitar bagian tengah wilayah operasi UNIFIL. Kami menyampaikan harapan terbaik kami agar seluruh korban luka dapat pulih sepenuhnya dan secepatnya," ujarnya.

Tak lupa, UNIFIL mengingatkan semua pihak di lapangan untuk menjaga keselamatan para penjaga perdamaian. Mereka harus dihindarkan dari aktivitas tempur yang bisa membahayakan nyawa.

Dari Jakarta, konfirmasi akhirnya datang. Siska Widyawati, National Information Officer UNIC Indonesia, membenarkan kabar tersebut. Prajurit yang terluka itu adalah anak bangsa.

"Ya, penjaga perdamaian berkebangsaan Indonesia," ucap Siska.

Ketiga prajurit itu langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif. Semua pihak kini menunggu perkembangan kondisi mereka, sambil berharap yang terbaik.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar