Hal lain yang tak kalah krusial adalah air bersih. Polri memprioritaskan pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan dasar itu. Saat ini, dari target hampir 100 sumur, sudah 83 yang beroperasi.
“Air bersih ini sangat penting,” tegas Dedi.
“Terutama untuk rumah warga, tempat ibadah, pengungsian, dan sekolah. Anak-anak juga harus bisa kembali bersekolah, itu menjadi prioritas kami.”
Rencana ke depan, Polri akan mendata kebutuhan perlengkapan lain seperti seragam, yang rencananya akan dikirim dari Jakarta. Infrastruktur rusak, terutama jembatan, juga jadi perhatian. Kolaborasi dengan Brimob dan pihak terkait akan digenjot untuk perbaikan.
“Ini kebutuhan mendesak,” pungkas Dedi dengan nada serius.
“Apa yang bisa kami eksekusi langsung, akan segera kami laksanakan tanpa menunggu.”
Serangkaian langkah tersebut diharapkan bisa mempercepat pemulihan. Tujuannya jelas: mengembalikan keamanan, memastikan bantuan tersalurkan, dan perlahan mengembalikan denyut kehidupan masyarakat Aceh Tamiang ke keadaan normal.
Artikel Terkait
1 April: Harsiarnas, Hari Bank Dunia, dan Lupus Alert Day di Balik April Mop
Rembesan Air Keras di Mata Korban Penyiraman Baru Terdeteksi, Ancaman Kebutaan Permanen
Prabowo Sampaikan Apresiasi dan Komitmen Perkuat Hubungan dengan Jepang
Sidang Korupsi Proyek Satelit Kemenhan 2012-2021 Dimulai, Satu Terdakwa Buron