Angkasa Pura Gelar Summit Komunikasi, Genjot Strategi Media Sosial

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 15:15 WIB
Angkasa Pura Gelar Summit Komunikasi, Genjot Strategi Media Sosial

Di Harris Hotel FX Sudirman, Jakarta, ruang workshop ramai oleh puluhan peserta. Mereka adalah para staf komunikasi dari PT Angkasa Pura Indonesia, berkumpul dari berbagai kantor regional dan cabang. Acara bertajuk Communication Summit 2025 ini digelar selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Desember, dengan satu tujuan utama: memperkuat penyampaian informasi ke publik.

Membuka acara, Direktur Komersial PT Angkasa Pura Indonesia, Veri Y. Setiady, langsung menekankan peran vital media sosial. Baginya, platform digital itu bukan sekadar alat, tapi saluran penting untuk menjangkau audiens secara luas.

"Social media bisa meningkatkan brand awareness dan exposure," ujar Veri.

Lebih dari itu, menurut Veri, media sosial adalah panggung untuk membangun identitas dan kepercayaan. Caranya? Dengan visual yang konsisten, komunikasi yang transparan, dan narasi yang jelas tentang nilai-nilai perusahaan. Interaksi dua arah lewat kuis atau sesi tanya jawab juga dinilainya bisa menciptakan kedekatan yang alami dengan masyarakat.

Nah, bicara soal konten, Dhanu Riza, seorang content creator dan podcaster, punya pandangan menarik. Ia bilang, optimasi media sosial bisa dimulai dari menciptakan 'signature style' atau ciri khas. Sebuah tagline yang kuat, misalnya, bisa menjadi pengikat di setiap unggahan.

Tapi semua itu percuma kalau konten gagal menarik perhatian di detik-detik pertama.

"Sebagus apapun konten kita, muatannya kayak apa, ketika gagal nge-grab attention dalam 3 detik, udah orang nggak nonton," ungkap Dhanu.

Ia lalu memaparkan rumus sederhana: setiap konten butuh hook yang memikat, body yang padat, dan call to action yang jelas. Satu saran lagi, libatkan generasi muda atau Gen Z dalam proses kreatif. Mereka, kata Dhanu, paham betul gelombang percakapan di dunia digital.

Di sisi lain, Karel Anderson dari detikcom mengingatkan agar euphoria media sosial tidak mengaburkan hal mendasar. Memaksimalkan platform itu penting, tapi branding perusahaan harus tetap jadi prioritas utama.

"Jangan kejar trending tapi utamakan branding," tegas Karel.

Pesan itu seolah menjadi benang merah dari seluruh workshop. Acara yang juga menghadirkan pembicara seperti Alfito Deannova Gintings (Pimpinan Redaksi detikcom) dan Desi Anwar (CNN Indonesia) ini bukan cuma sekadar pelatihan biasa. Lebih dari itu, ini adalah upaya untuk menyamakan visi dan menyiapkan lini terdepan komunikasi perusahaan agar lebih luwes dan manusiawi dalam menyapa publik.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar