Gempar! DKI Targetkan Tiap RT Padat Punya Minimal 2 APAR Usai Kebakaran Maut di Penjaringan

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 08:45 WIB
Gempar! DKI Targetkan Tiap RT Padat Punya Minimal 2 APAR Usai Kebakaran Maut di Penjaringan

Kebakaran hebat di Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis malam lalu, benar-benar meninggalkan duka yang dalam. Lima nyawa melayang dalam peristiwa memilukan itu. Menanggapi tragedi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menyampaikan belasungkawa sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan.

Target mereka jelas: setiap Rukun Tetangga (RT) di kawasan padat minimal harus punya dua unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Ini jadi langkah awal yang krusial untuk meredam api sebelum petugas pemadam kebakaran datang.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menjelaskan lebih detail.

"Melalui Gerakan Masyarakat Punya APAR atau Gempar, kami mendorong setiap rumah tangga dan RT/RW untuk melengkapi diri dengan APAR," ujar Chico kepada wartawan, Sabtu (20/12/2025).

"Target kami adalah minimal 2 APAR per RT di kawasan padat, untuk respons awal yang cepat sebelum damkar tiba," sambungnya.

Namun begitu, upaya pencegahan tak cuma berhenti di situ. Menurut Chico, Pemprov juga sedang menyiapkan hidran mandiri. Mereka aktif melatih relawan pemadam di tingkat RW, plus terus gencar melakukan sosialisasi dan edukasi soal cara mencegah kebakaran.

Usai kejadian ini, Gubernur Pramono Anung langsung memberi instruksi tegas. Dia meminta jajarannya mengintensifkan inspeksi keselamatan kebakaran di permukiman padat. Evaluasi terhadap segala risiko baru juga harus dilakukan lebih ketat.

"Dinas Gulkarmat terus melakukan inspeksi berkala terhadap instalasi listrik dan sistem proteksi di permukiman padat," jelas Chico.

Kerja sama dengan PLN pun digalakkan, terutama untuk audit listrik gratis atau bersubsidi di area-area yang dianggap rawan.

"Kami imbau kuat kepada warga untuk segera melengkapi rumah dengan APAR dan memeriksa instalasi listrik secara rutin," pesannya.

Koordinasi dengan semua pihak, kata dia, akan terus dilakukan. Tujuannya satu: meminimalkan risiko serupa terulang di masa depan.

Penyebab Kebakaran

Lalu, apa sebenarnya yang memicu kobaran api malam itu? Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Lindung Blok R3 Pejagalan, Penjaringan, sekitar pukul 20.10 WIB.

Kasiops Damkar Jakarta Utara, Gatot Sulaiman, menyebutkan penyebabnya.

"Pemilik rumah sedang meng-charge sebuah unit mobil listrik miliknya kemudian terjadi fenomena listrik yang menyebabkan ledakan pada mobil tersebut," kata Gatot.

Api dari ledakan itu, lanjutnya, langsung menyambar material yang mudah terbakar seperti minyak thinner dan kaleng cat di sekitarnya. Situasi itu yang kemudian membuat api dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar