Persiapan lain yang nggak kalah penting adalah pengamanan di sekitar tempat ibadah. Gereja-gereja dan lokasi perayaan Natal dapat perhatian khusus. Pengaturan lalu lintas bakal diperketat, lingkungan diamankan, plus ada petugas yang siap siaga menghadapi kemungkinan cuaca buruk saat ibadah berlangsung. Semua demi kenyamanan dan keamanan jemaat.
Layanan kesehatan juga nggak luput dari perhatian. Fasilitas kesehatan, termasuk ambulans dan tenaga medis, disiagakan penuh. Bahkan ada petugas Ngider Sehat yang siap menjangkau lokasi jika terjadi keadaan darurat.
Di akhir penjelasannya, Benyamin mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Waspada itu perlu, tapi panik malah bikin runyam.
Intinya, semua pihak diajak kerja sama. Kalau ada potensi bahaya, laporkan segera. Dengan koordinasi yang baik, dampak cuaca ekstrem diharapkan bisa diminimalisir, sehingga perayaan Natal 2025 bisa berjalan dengan khidmat dan aman.
Artikel Terkait
Istri Hoegeng, Meriyati, Tutup Usia di Usia 99 Tahun
Kemensos Beberkan Rincian Bantuan Rp 5 Juta hingga Santunan untuk Korban Bencana Sumatera
RBA Naikkan Suku Bunga, Nasib Diaspora Indonesia di Australia Dipertaruhkan
Awal 2026, Bencana Alam Landa 37 Titik di Indonesia, 145 Ribu Jiwa Terdampak