“Warna merah yang tampak sangat pekat biasanya dipengaruhi oleh tingginya konsentrasi uap air, atau adanya partikel aerosol di udara,” katanya.
Kebetulan, wilayah tersebut sedang diguyur hujan. Uap air yang tinggi di udara, ditambah mungkin ada partikel debu, memperkuat efek pantulan warna merah itu pada awan-awan di sekitarnya. Jadilah pemandangan yang dramatis.
Hartanto pun menekankan, masyarakat tak perlu khawatir berlebihan. Dia mengimbau agar semua tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan kami menghimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi cuaca resmi,” ucapnya.
Jadi, itu cuma permainan cahaya matahari dan atmosfer. Indah, langka, tapi sepenuhnya alami. Cukup nikmati saja pemandangannya, lalu pantau terus info cuaca dari saluran-saluran yang bisa dipercaya.
Artikel Terkait
Kemacetan H+2 Puncak Capai Rekor, 89 Ribu Kendaraan Padati Jalan
Eddie Howe Tepis Rumor Transfer Bruno Guimaraes ke Manchester United
Rekor 89 Ribu Mobil Memadati Puncak Bogor Pasca-Lebaran
Lalu Lintas Puncak Capai 89 Ribu Kendaraan dalam Sehari Pascalebaran