Selebgram Fuji Ungkap Luka Batin Lebih Dalam dari Kerugian Miliaran

- Jumat, 30 Januari 2026 | 17:15 WIB
Selebgram Fuji Ungkap Luka Batin Lebih Dalam dari Kerugian Miliaran

JAKARTA – Kerugiannya mencapai angka miliaran rupiah. Tapi bagi Fujianti Utami, atau yang lebih dikenal sebagai Fuji, dampak terparah dari kasus penggelapan dana ini justru bukan soal uang. Trauma psikologis yang dideritanya terasa jauh lebih berat.

Selebgram itu kembali menghadiri pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (29/1/2026). Sandy Arifin, kuasa hukumnya, mendampingi. Di ruang penyidik, Fuji dicecar puluhan pertanyaan. Fokusnya pada detail alur dana yang menguap dan besaran kerugian yang harus dia tanggung.

Menurut Sandy, ada sekitar dua puluh pertanyaan yang diajukan. "Pemeriksaan hari ini masih mendalami soal dana yang masuk ke manajemen dan nilai kerugian secara hukum," ujarnya. Intinya, proses ini masih berhubungan erat dengan penyelidikan sebelumnya.

Namun begitu, tekanan di luar ruang pemeriksaan ternyata lebih menghancurkan. Fuji mengaku rasa percayanya hancur berantakan. Dia sulit mempercayai orang-orang di sekitarnya sekarang. Bayangkan saja, tekanan datang bertubi-tubi: dari urusan finansial, proses hukum yang berbelit, hingga sorotan tajam netizen. Gabungan semuanya itu sempat membuat mentalnya drop, tidak cuma sekali.

"Sempat drop berkali-kali, tapi sekarang kayaknya aku ada PTSD juga sih karena jadi sulit percaya sama orang," tutur Fuji.

Dia melanjutkan, "terus kalau ada pekerja baru jadi kayak nggak mau terlalu deket lagi, nggak mau terlalu kenal."

Efeknya jelas terlihat pada kesehariannya bekerja. Rasa was-was itu nyata. Fuji kini memilih menjaga jarak dengan staf-stafnya. Ketakutan bahwa kejadian serupa akan terulang masih membekas kuat di benaknya.

Lelah fisik juga tak terhindarkan. Semuanya serasa berbarengan. "Capek banget pasti," keluhnya. "Udah rugi, ditanyain, terus buang waktu juga, sakit hati juga, dikatain netizen juga."

Dia menambahkan, "udah sih capek banget, batin sama fisik capek."

Kasus ini bermula dari laporan Fuji terhadap salah satu staf admin media sosialnya. Dugaan pokoknya penipuan dan penggelapan dana. Nilainya? Fantastis: mencapai satu miliar rupiah. Uang yang hilang itu kini meninggalkan luka yang lebih dalam dari sekadar angka di laporan bank.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler