Cuaca ekstrem kembali melanda Jakarta Utara. Menurut BPBD DKI, banjir rob dan angin puting beliung yang terjadi belakangan ini tak lepas dari pengaruh siklon tropis yang beraktivitas di sekitar wilayah Indonesia. Memang, pusat badainya tidak tepat di atas Ibu Kota, tapi dampaknya jelas terasa.
Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI, menjelaskan situasinya. Berdasarkan pantauan BMKG, ada Siklon Tropis Bakung dan dua bibit siklon lain yang posisinya dekat dengan Indonesia.
Akibatnya, kawasan pesisir kebanjiran rob sementara angin kencang memporak-porandakan beberapa titik secara lokal. Menghadapi ini, BPBD langsung mengerahkan tim respons cepat. Mereka turun ke lapangan, berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk menangani dampaknya segera.
Fokusnya jelas: keselamatan warga jadi prioritas utama. Setelah itu, penanganan pohon tumbang, membersihkan jalan, dan mendata kerusakan yang terjadi. Untuk banjir rob, petugas disiagakan penuh di pesisir. Pompa air dioptimalkan, pintu air dipantau ketat.
Kabar baiknya, dari semua kejadian ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Artikel Terkait
Megawati Hadiri Zayed Award 2026, Bahas Kemanusiaan hingga Pertemuan Bilateral di Abu Dhabi
Megawati Titip Pesan di Buku Tamu KBRI Abu Dhabi: Perjuangan Belum Selesai
Megawati Tinjau Layanan WNI di Abu Dhabi, Bahas Geopolitik dengan Dubes
Semeru Bergemuruh Tiga Kali dalam Satu Malam, Status Siaga Diperketat