Serangan pun terjadi. Seseorang yang mengendarai Nmax di kanannya langsung membacok. Helmnya terkena dua kali. Bacokan lain mendarat di lututnya, dan menurutnya, senjata yang digunakan adalah celurit.
Para pelaku, yang semuanya mengenakan helm dan jaket, tampak dingin. Mereka hampir tidak mengucapkan sepatah kata pun selain meminta harta Dimas.
"Uang saya Rp 500.000 dan HP satu diminta," katanya.
Ia juga menyebut lokasi kejadian yang gelap gulita, tanpa penerangan jalan yang memadai, tepatnya di area terminal menuju selatan. Kondisi itu jelas mempermudah aksi para pelaku dan memperparah trauma yang dirasakan korban.
Artikel Terkait
Iran Buka Pintu Negosiasi untuk Kapal Jepang dan Korea Selatan di Selat Hormuz
Warga Iran Rayakan Idulfitri di Tengah Situasi Perang, Menteri Ucapkan Terima Kasih atas Solidaritas Asia Tenggara
BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat hingga Petir di Hari Kedua Lebaran 2026
Estimasi Pajak Tahunan Honda Vario 125 Street di Jakarta Capai Rp 369 Ribu pada 2026