Di sisi lain, usulan BGN itu datang dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang. Gagasannya memang terdengar kreatif. Kostum Power Rangers itu diharapkannya bisa memicu antusiasme anak-anak.
Tak cuma itu, Nanik juga menyebut kolaborasi dengan tenaga kesehatan di puskesmas, kader posyandu, hingga PKK untuk penyuluhan gizi. Forum di tingkat desa pun bisa jadi ajang sosialisasi program MBG.
Dia mengapresiasi berbagai pihak yang sudah berupaya keras, termasuk relawan dapur yang dinilainya kreatif. Kostum Power Rangers untuk pengantar makanan disebutnya sebagai salah satu contoh konkret.
"Kami berikan pengemudi itu kostum Power Rangers, jadi antusiasme mereka itu makin tinggi," kata Nanik.
Dia membayangkan sebuah skenario. "Bilang ke siswa, besok saya akan bawa Power Rangers ke sini lagi, kalau pada mau makan sayur. Besok tak bawakan jajan, sekali-sekali bawakan burger atau apa, gitu, tetapi dengan catatan makan sayur," ujarnya, seperti dilansir Antara.
Jadi, di satu sisi ada keinginan membuat program jadi menarik dan seru. Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa hal itu hanya jadi hiburan sesaat, tanpa menyentuh inti persoalan: membangun kebiasaan makan yang baik dari hal yang paling mendasar.
Artikel Terkait
Kebakaran Apartemen Mewah di PIK Berhasil Dikendalikan dalam 20 Menit
Keputusan Pulang yang Berujung Duka di Oleksievo-Druzhkivka
Pensiunan ASN Blora Jadi Tersangka Usai Tendang Kucing hingga Tewas
LC di Sidang Kemnaker: Dari Land Cruiser hingga Ladies Companion