PSM Makassar Tersendat di Kandang, Semen Padang Gigit Titik di Pare-pare

- Senin, 02 Februari 2026 | 21:00 WIB
PSM Makassar Tersendat di Kandang, Semen Padang Gigit Titik di Pare-pare

Laga lanjutan Super League 2025/26 di Stadion Gelora B. J. Habibie, Pare-pare, Senin (2/2) kemarin, berakhir tanpa gol. PSM Makassar gagal memanfaatkan keunggulan kandang saat menjamu Semen Padang.

Di bawah arahan pelatih, PSM menurunkan komposisi terbaiknya. Reza Arya menjaga gawang, dibentengi oleh nama-nama seperti Victor Luiz dan Aloisio Soares Neto. Di lini serang, andalan seperti Daisuke Sakai dan Alex De Aguiar Gomes diturunkan sejak awal.

Semen Padang tak kalah siap. Mereka menghadapi tekanan tuan rumah dengan starting XI yang diisi pemain kunci. Kiper Rendy Oscario, misalnya, mendapat perlindungan dari Ravy Dieuleriche Tsouka Dozi dan Jaime Geraldo. Sementara di depan, nama seperti Kianz Gonzalez Froese dan Guillermo Fernandez siap menunggu peluang balik.

Sejak peluit awal, PSM langsung menekan. Mereka ingin cepat unggul. Namun begitu, lini pertahanan Semen Padang terlihat solid dan rapat. Susah ditembus. Di sisi lain, tim tamu justru terlihat nyaman bermain dengan menunggu dan melancarkan serangan balik yang cukup berbahaya.

Peluang terbaik babak pertama malah jatuh ke kaki Semen Padang. Itu terjadi ketika Kianz Gonzalez Froese mendapat umpan matang dari sisi kanan. Di dalam kotak penalti, ia melepaskan tembakan keras dari jarak dekat. Kiper Reza Arya masih bisa menghalau bola itu, yang berujung pada sebuah tendangan sudut.

Sepanjang pertandingan, statistik memang menguntungkan PSM. Penguasaan bola lebih banyak, serangan lebih dominan. Tapi, semua itu tak berarti. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 0-0 tak tergoyahkan. Mereka kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar jernih.

Hasil ini tentu kurang memuaskan, terutama bagi PSM. Satu poin yang mereka dapatkan membuat posisi di klasemen tak beranjak dari tangga 13, dengan koleksi 20 poin. Bagi Semen Padang, satu poin di kandang lawan mungkin bisa diterima, meski mereka tetap terperangkap di zona degradasi, posisi 16, dengan 12 poin. Situasi yang masih sangat mencemaskan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar