Setelah mendapat laporan, Marlis dan beberapa warga lain menghubungi aparat Desa Kepenuhan Hulu. Mereka kemudian berusaha membawa bangkai itu ke darat. Ukurannya cukup besar, mencapai 240 centimeter.
Proses evakuasi butuh waktu. Sekitar pukul 10.30 WIB, bangkai itu akhirnya tiba di Dusun III Pebadaran. Pemeriksaan segera dilakukan oleh petugas dari Puskesmas setempat yang didampingi pihak berwenang.
"Hasil pemeriksaan memastikan lumba-lumba tersebut memang sudah dalam keadaan mati," imbuh AKBP Emil.
Karena kondisinya yang sudah tidak memungkinkan, warga pun berembug. Akhirnya, diputuskan untuk menguburkan bangkai mamalia laut itu. Lokasi pemakamannya di Dusun Pebadaran, Desa Kepenuhan Hulu, Kecamatan Kepenuhan Hulu. Sebuah akhir yang sederhana untuk makhluk yang biasanya hidup bebas di lautan lepas.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka