Suasana di Rakernas PSI 2026 di Makassar, Sabtu lalu, cukup bergelora. Di hadapan para kadernya, Joko Widodo presiden ketujuh Republik Indonesia dengan tegas menyatakan kesiapannya. Ia siap berjuang untuk Partai Solidaritas Indonesia, partai dengan lambang gajah itu.
Dalam pidatonya, Jokowi membuka dengan menilai PSI sebagai partai yang kini lebih terbuka. "Banyak yang bergabung dan akan lebih banyak lagi yang akan bergabung," ujarnya.
Namun begitu, ia langsung memberikan peringatan. Dengan arus pendatang baru, perbedaan keinginan dan kepentingan pasti muncul. Karena itu, sikap toleransi mutlak diperlukan.
"Kita butuh satu visi," tegas mantan presiden dua periode tersebut.
Tak berhenti di situ, Jokowi kemudian menyoroti hal yang ia anggap krusial: membangun jaringan. Ia meminta kader PSI tak hanya gencar di media sosial, tapi juga harus turun ke lapangan. Jaringan offline, menurutnya, harus diperkuat hingga ke level paling bawah.
"Dan yang ini bolak-balik saya sampaikan, bolak-balik saya sampaikan: perkuat, bangun struktur sampai ke kecamatan, sampai ke desa, sampai ke RT/RW,"
Tekadnya terasa kuat. Ia memberi target waktu yang jelas. "Dan harus kita selesaikan akhir 2026 itu harus selesai. Siap? Sanggup?"
Seruan itu langsung dijawab riuh teriakan para kader yang memenuhi ruangan.
Di sisi lain, Jokowi tak hanya meminta. Ia juga mengajak dan bahkan berjanji akan terlibat langsung. Gayanya khas, blak-blakan.
"Saya pun akan bekerja keras untuk PSI, bekerja mati-matian untuk PSI. Saudara-saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI,"
Kalimat penutupnya itu lagi-lagi disambut sorak-sorai dan tepuk tangan yang membahana, mengakhiri pidato yang penuh semangat itu.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu