Dalam sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana, Senin lalu, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana memberikan laporan langsung kepada Presiden. Intinya, soal dapur Makan Bergizi Gratis atau MBG di wilayah bencana. Dadan memastikan, dana untuk operasional dapur-dapur itu tersedia. Artinya, pasokan makanan untuk para pengungsi bisa terus berjalan.
"Kita pastikan seluruh virtual account di daerah bencana kita pastikan selalu tersedia uangnya, agar bisa tetap melayani pengungsi,"
begitu penjelasan Dadan di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, saat ini sudah ada 323 Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi yang beroperasi. Titik-titik itu tersebar di tiga provinsi yang paling parah terdampak: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Alhamdulillah di Provinsi Aceh ada 109 SPPG, di Sumut ada 148 SPPG, di Sumbar ada 66 SPPG. Total 323 SPPG yang dikonversi dari melayani dari penerima manfaat anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, karena terdampak kemudian melayani pengungsi,"
Artikel Terkait
Melawan Arus Jadi Sasaran Utama Operasi Keselamatan Jaya 2026
1.126 Personel Gabungan Turun, Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 Resmi Dimulai
Andre Rosiade Tinjau Huntara di Guguak Malalo, Soroti Lahan Pertanian yang Masih Tertimbun
Golkar Tolak Usulan Penghapusan Parliamentary Threshold, Sebut Kunci Penyelamat Pemerintahan