Indonesia Jadi Rebutan di Panggung Global, Menlu Tegaskan Tak Akan Pilih Blok

- Senin, 15 Desember 2025 | 19:20 WIB
Indonesia Jadi Rebutan di Panggung Global, Menlu Tegaskan Tak Akan Pilih Blok

Di hadapan para peserta Rapat Kerja BPK, Senin lalu, Menteri Luar Negeri Sugiono menggambarkan situasi yang unik. Posisi Indonesia di panggung global saat ini ibarat jadi "rebutan". Ya, banyak negara ingin menarik kita untuk bergabung ke dalam kelompok atau aliansi mereka.

Namun begitu, Sugiono menegaskan satu hal dengan jelas. Indonesia tidak akan memilih untuk berpihak pada blok tertentu manapun.

"Saya juga ingin menyampaikan bahwa posisi kita saat ini di lingkungan global menjadi rebutan," ujarnya.

"Semua orang ingin bersahabat dengan Indonesia. Semua orang ingin Indonesia menjadi bagian dari aliansi dan kelompoknya."

Prinsip bebas aktif, menurutnya, tetap menjadi kompas utama. Tapi menjalankannya di tengah dinamika geopolitik sekarang ini bukan perkara gampang. Tantangannya nyata: kita harus menjaga hubungan baik dengan semua pihak, dengan setiap negara sahabat. Itu butuh usaha yang luar biasa besar.

"Sebuah posisi yang tidak mudah menjadi negara yang non-alignment," kata Sugiono, mengakui kompleksitas yang dihadapi.

Di sisi lain, ia mengutip arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Intinya, Indonesia akan terus berupaya menjadi tetangga yang baik bagi siapa pun, dengan mengedepankan harmoni dalam setiap hubungan.

Dalam kesempatan yang sama, Sugiono menyelipkan ucapan selamat. Apresiasinya ditujukan kepada BPK yang baru saja dipercaya duduk sebagai auditor di UNBoA, badan audit PBB. Harapannya, lembaga ini akan menjalankan tugas barunya dengan berpegang pada prinsip-prinsip yang sama prinsip yang juga jadi pedoman diplomasi kita.

"Saya kira BPK juga memahami hal ini," pungkasnya, "dan akan melaksanakan tugas-tugasnya berdasarkan prinsip-prinsip luar negeri yang seperti itu."

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar