Cuaca ekstrem belakangan ini memang bikin was-was. Hampir semua daerah rasanya kena imbas, dari banjir bandang sampai tanah longsor. Nah, di tengah situasi kayak gini, PDI Perjuangan mendesak pemerintah buat ngembaliin Tunjangan Kinerja Daerah atau TKD yang sempat dipotong. Khususnya buat daerah-daerah yang lagi babak belur diterpa bencana alam.
Menurut partai berlambang banteng itu, kondisi iklim yang nggak menentu ini harusnya bikin semua pemda siaga satu. Anggaran yang terbatas seringkali bikin respons penanganan bencana jadi lambat, dan itu jelas terlihat sepanjang tahun lalu.
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus angkat bicara soal ini di Menteng, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.
"Kami sangat mendukung kalau TKD bisa dikembalikan sepenuhnya. Situasi sekarang kan lagi tidak biasa. Daerah-daerah harus siap siaga, hampir semua kabupaten dan kota kena," ujar Deddy.
Dia bilang, negara sepertinya Indonesia ini nggak bisa main-main. Harus selalu ada dana khusus yang disiapin buat kondisi darurat. Itu kenyataan yang nggak bisa dipungkiri.
"Negara rawan bencana ya harus begitu. Anggarannya harus disiapkan dari awal buat hadapin situasi kayak sekarang," tegasnya.
Kalau mau efisiensi anggaran, menurut Deddy, sebaiknya cari program lain aja. Jangan sentuh TKD. Soalnya, penguatan kapasitas daerah itu penting banget. Bukan cuma buat nanganin bencana yang lagi terjadi, tapi juga buat mitigasi dan edukasi ke depannya.
"Efisiensi bisa dialihkan dulu ke program-program lain. TKD perlu dikasih kembali biar pemerintah daerah punya daya," kata Deddy.
Di sisi lain, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ngarahin pandangannya ke kebijakan yang lebih luas. Sikap partainya ini, katanya, sejalan dengan garis politik ekologi yang baru aja diteken dalam Rakernas. Berbagai kebijakan yang ada perlu dievaluasi ulang.
"Seluruh jajaran partai, baik yang di eksekutif maupun legislatif, wajib menjalankan ini. Kita harus perombak total kebijakan yang nggak adil secara ekologis, dari hulu sampai hilir," ujar Hasto.
Sambil terus mendesak kebijakan, PDIP juga turun langsung ke lapangan. Mereka baru aja ngirim bantuan kemanusiaan ke Jawa Barat, daerah yang lagi berat diterpa banjir dan longsor. Bantuannya berupa dua unit mobil klinik lengkap dengan fasilitas kesehatan dan relawan medis.
Hasto menyebut, melalui Baguna dan Relawan Kesehatan, kader-kader partai sudah bergerak di beberapa titik bencana. Mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, sampai sekarang ke Jawa Barat.
"Khusus untuk Jawa Barat, kami kirim relawan kesehatan yang udah dilatih. Mereka siap membantu masyarakat di lokasi terdampak longsor," jelas Hasto.
Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning, nambahin detail bantuan yang dikirim. Mobil kliniknya dilengkapi fasilitas yang cukup komplet. Ada klinik gigi, klinik mata, peralatan USG, layanan penyakit dalam, laboratorium, sampai apotek. Tim medisnya juga lengkap, gabungan dari dokter dan perawat.
"Hampir seluruh Jawa Barat terdampak. Fokus kami cuma satu: bantu rakyat. Ini bentuk gotong royong kader partai," pungkas Ribka.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi