"Kami yakin bahwa ada dua pelaku yang terlibat dalam insiden kemarin," kata Lanyon.
Mereka adalah seorang ayah dan anak. Sang ayah, 50 tahun, dilaporkan tewas ditembak polisi di tempat kejadian. Sementara anaknya yang berusia 24 tahun masih berjuang antara hidup dan mati di rumah sakit, kondisinya dikabarkan kritis.
Polisi Australia sendiri punya dugaan kuat mengenai motifnya. Mereka menyebut penembakan massal yang terjadi di tengah perayaan Hanukkah itu didalangi teroris. Sebuah serangan terencana yang menyasar kerumunan warga yang sedang merayakan festival Yahudi tersebut.
Insiden memilukan ini tentu mengguncang. Bukan hanya Australia, tapi juga dunia internasional, termasuk Indonesia yang dengan segera menyatakan solidaritas dan mengecam tindakan tak berperikemanusiaan itu.
Artikel Terkait
Trump Klaim AS Akan Ambil Sendiri Uranium Iran Jika Ada Kesepakatan
Gary Pallister: Carrick Layak Dipermanenkan Jika Bawa MU ke Liga Champions
Polisi Intensifkan Patroli di Permukiman Sepi Cengkareng Cegah Pencurian Saat Mudik
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 285 Ribu Kendaraan Diproyeksi Masuk Jabodetabek