Trump Ancang-ancang Balas Dendam Usai Serangan ISIS Tewaskan Dua Tentara AS di Suriah

- Minggu, 14 Desember 2025 | 11:55 WIB
Trump Ancang-ancang Balas Dendam Usai Serangan ISIS Tewaskan Dua Tentara AS di Suriah

Dua tentara Amerika Serikat dan seorang penerjemah sipil tewas dalam sebuah serangan di Suriah. Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Sabtu lalu, 13 Desember. Tak hanya tiga nyawa yang melayang, tiga orang lainnya juga mengalami luka-luka.

Menurut laporan dari CNN Internasional, serangan itu diduga dilakukan oleh penembak ISIS. Komando Pusat AS dan Departemen Pertahanan telah mengonfirmasi hal tersebut. Presiden Donald Trump langsung merespons dengan nada keras.

"Kami akan membalas," ucap Trump kepada para wartawan di Gedung Putih, Minggu (14/12). Suaranya tegas.

Dia menyatakan negara sedang berduka atas "kehilangan tiga patriot Amerika yang hebat". Untuk tiga prajurit yang terluka, Trump menyebut kondisi mereka "tampaknya dalam keadaan cukup baik" dan meminta doa bagi kesembuhan mereka.

Tak lama setelah konferensi pers, peringatan yang sama diulanginya lewat sebuah unggahan di media sosial. Trump menegaskan, insiden ini adalah "serangan ISIS terhadap AS, dan Suriah."

"Akan ada pembalasan yang sangat serius," tulisnya.

Meski begitu, ISIS sendiri hingga kini belum secara terbuka mengklaim tanggung jawab atas serangan mematikan tersebut.

Di sisi lain, Trump juga menyoroti kerja sama di lapangan. "Suriah, omong-omong, ikut berperang bersama kita," katanya. Dia menambahkan bahwa presiden baru Suriah konon "sangat terpukul oleh apa yang terjadi."

Dukungan juga datang dari Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad al-Shaibani. Pada hari Sabtu, dia mengutuk keras serangan itu.

"Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban dan kepada pemerintah serta rakyat AS, dan kami berharap para korban luka segera pulih," tulis al-Shaibani di platform X.

Sementara itu, dari Iowa, terdengar kabar duka yang lebih personal. Gubernur Kim Reynolds mengeluarkan pernyataan bahwa para tentara yang gugur adalah anggota Garda Nasional negara bagiannya. Tiga anggota lainnya dari Iowa juga terluka, dua di antaranya harus segera dievakuasi untuk mendapat perawatan medis.

Nama-nama prajurit yang tewas rencananya baru akan diumumkan Minggu sore.

"Hati kami berat hari ini," kata Reynolds dalam pernyataannya yang penuh duka. "Doa serta belasungkawa terdalam kami bersama keluarga dan orang-orang terkasih dari prajurit kami yang gugur dalam tugas."

Dia pun mengajak seluruh warga Iowa untuk bersatu memberikan dukungan dan doa di masa yang begitu sulit ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar