Indonesia sendiri, kata dia, mustahil bisa abai. Ancaman terhadap stabilitas domestik sangat nyata, mulai dari infiltrasi paham ekstrem, maraknya aktivitas ilegal di perbatasan, sampai gangguan di wilayah maritim. Semua itu bisa jadi konsekuensi jika perang terus berkecamuk.
"Indonesia harus bersikap tegas namun tetap diplomatis dengan menolak kekerasan, mendorong dialog, dan menjaga stabilitas kawasan," tegas Dave.
Ia menambahkan, "Perdamaian bukan hanya kepentingan Thailand dan Kamboja, tetapi juga seluruh Asia Tenggara."
Di sisi lain, Dave melihat peluang itu ada. Rekam jejak Indonesia dalam menyelesaikan konflik di kawasan dinilainya cukup mentereng. Itu jadi modal berharga. Peluang untuk menjadi pendorong perdamaian terbuka lebar, asalkan ada kemauan politik yang kuat dari semua pihak.
Artikel Terkait
BMKG: Panas Terik di Jakarta Dipicu Sinar Matahari Kuat dan Awal Musim Kemarau
Pemerintah Berlakukan Kerja dari Mana Saja untuk Antisipasi Kemacetan Mudik Lebaran 2026
Mantan Ajudan Prabowo, Brigjen Wahyu Yuniartoto, Dimutasi ke BAIS TNI
Union Berlin Menang Dramatis, Mainz Jauh dari Degradasi di Pekan ke-26 Bundesliga