Pencarian resmi sempat dilakukan. Tim SAR turun ke lokasi pada akhir November, tepatnya Sabtu dan Minggu. Namun, setelah itu, operasi pencarian mereka seperti berhenti. Betty dan keluarganya tak lagi mendapat bantuan dari pihak terkait.
Akibatnya, mereka mengambil jalan sendiri. Setiap hari, dengan segenap tenaga dan harapan yang tersisa, Betty menyusuri aliran sungai. Ia mengandalkan penglihatan dan penciumannya, berharap menemukan petunjuk sekecil apa pun.
"Tapi kami tiap hari ke sana nyari-nyari mamak, menyusuri sungai," ujarnya, suaranya penuh kepiluan.
"Mengandalkan mata dan hidung, manatau ada bau-bau bangkai gitu."
Hari demi hari berganti, namun sungai itu masih menyimpan rahasia. Hingga detik ini, nasib Lea Filanie masih menjadi misteri yang menyayat hati keluarganya di Hutanabolon.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka