Menurutnya, pemantauan satwa liar pasca bencana seperti ini sudah jadi prosedur standar. Mereka tidak bekerja sendirian. Ada kolaborasi dengan sejumlah lembaga non-pemerintah untuk memastikan tidak ada satwa lain yang terabaikan.
"Pasca bencana, kami langsung turunkan personel. Kami juga berkoordinasi dengan kawan-kawan dari NGO dan melakukan briefing dengan tim COP soal penanganan satwa korban bencana," jelas Susilo lebih lanjut.
Namun begitu, misteri masih menyelimuti kematian orangutan ini. Apakah ia mati langsung karena terjangan banjir bandang yang ganas? Atau ada sebab lain? Sampai saat ini, belum ada penjelasan yang rinci dan pasti. Investigasi lebih mendalam tampaknya masih diperlukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.
Artikel Terkait
Kobaran Dahsyat di Cipadu Hanguskan Gudang Dekorasi, Kerugian Tembus Rp 7 Miliar
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Sejumlah Tokoh, Oposisi atau Bukan?
Gas Whip Pink di Balik Meninggalnya Lula Lahfah Masih Jadi Misteri
Habib Bahar Bin Smith Resmi Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan