Akses Kembali Terbuka: Jembatan Perbaikan di Aceh Mulai Difungsikan

- Minggu, 01 Februari 2026 | 04:35 WIB
Akses Kembali Terbuka: Jembatan Perbaikan di Aceh Mulai Difungsikan

JAKARTA – Kabar baik datang dari Aceh. Pasca banjir bandang yang sempat melumpuhkan, sejumlah jembatan perbaikan akhirnya bisa digunakan warga. Memang, tidak semua titik sudah seratus persen selesai. Tapi progresnya cukup menggembirakan, dan pengerjaan di lokasi yang tersisa terus dikebut.

Ini semua berkat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI. Tujuannya jelas: memulihkan mobilitas secepat mungkin, terutama di daerah-daerah yang infrastrukturnya porak-poranda akibat bencana.

Ambil contoh Jembatan PLTA Angkup di Aceh Tengah. Menurut keterangan yang diterima media, jembatan Bailey di sana sudah rampung seratus persen.

“Di beberapa lokasi, jembatan Bailey telah selesai dibangun dan langsung dimanfaatkan masyarakat,” begitu bunyi keterangan tersebut.

Jembatan yang dicat merah putih itu kini berdiri kokoh membentang di atas sungai. Kendaraan roda dua dan empat sudah bisa lewat dengan lancar. Alhasil, aktivitas warga sekitar perlahan mulai normal lagi.

Nasib serupa dialami Jembatan Bailey Bener Pepanyi di Bener Meriah. Pekerjaan utamanya sudah tuntas. Meski alat berat masih terlihat di pinggir, beberapa truk bahkan sudah berani melintas. Itu pertanda bagus untuk mobilitas dan denyut ekonomi lokal.

Namun begitu, tidak semua lokasi sudah sempurna. Di ruas jalan menuju Bandara Rembele, Bener Meriah, pembangunan masih berlangsung. Rangka bajanya sudah terpasang kuat. Saat ini, personel TNI sibuk menyelesaikan pemasangan pelapis lantai jembatan. Alat berat masih mondar-mandir mengangkut material, semua demi percepatan.

Di Aceh Tamiang, tepatnya di Jembatan Bailey Matang Serdang, situasinya mirip. Alat berat dikerahkan untuk mengangkut rangkaian baja. Sementara itu, para personel memasang dinding pembatas dan lantai secara bertahap.

Perkembangan signifikan tak hanya terjadi pada jembatan Bailey. Jenis jembatan Armco di beberapa desa juga menunjukkan kemajuan.

Jembatan Armco di Desa Terban, Aceh Tamiang, misalnya, sudah bisa dilalui kendaraan. Pengerjaan tinggal penyempurnaan, seperti penghalusan tembok pembatas.

Sementara di Desa Blang Kandis, prosesnya masih berjalan. Pelat baja dan beton pelapisnya sudah terpasang. Fokus sekarang adalah pengurukan dan perapihan badan jalan di atas jembatan, plus pemlesteran beton.

Ada juga yang hampir rampung total, seperti Jembatan Armco Desa Salah Sirong 2. Beton pelapisnya terpasang dan sedang dalam masa pengeringan. Jalan di atasnya sudah diratakan, dan secara fungsi sudah bisa dilewati.

Berbeda lagi ceritanya di Desa Salah Sirong 3. Di sini, pembangunan masih pada tahap awal. Personel TNI terlihat sibuk merakit struktur baja Armco yang nantinya akan dipasang di sungai yang terputus oleh banjir.

Pemerintah dan TNI terus memastikan percepatan ini. Harapannya besar.

“Kehadiran jembatan-jembatan tersebut diharapkan dapat segera memulihkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Aceh,” demikian penutup keterangan tersebut.

Jadi, meski masih ada yang dikerjakan, akses untuk warga Aceh pelan-pelan mulai tersambung kembali. Itu yang terpenting.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler