Perkembangan signifikan tak hanya terjadi pada jembatan Bailey. Jenis jembatan Armco di beberapa desa juga menunjukkan kemajuan.
Jembatan Armco di Desa Terban, Aceh Tamiang, misalnya, sudah bisa dilalui kendaraan. Pengerjaan tinggal penyempurnaan, seperti penghalusan tembok pembatas.
Sementara di Desa Blang Kandis, prosesnya masih berjalan. Pelat baja dan beton pelapisnya sudah terpasang. Fokus sekarang adalah pengurukan dan perapihan badan jalan di atas jembatan, plus pemlesteran beton.
Ada juga yang hampir rampung total, seperti Jembatan Armco Desa Salah Sirong 2. Beton pelapisnya terpasang dan sedang dalam masa pengeringan. Jalan di atasnya sudah diratakan, dan secara fungsi sudah bisa dilewati.
Berbeda lagi ceritanya di Desa Salah Sirong 3. Di sini, pembangunan masih pada tahap awal. Personel TNI terlihat sibuk merakit struktur baja Armco yang nantinya akan dipasang di sungai yang terputus oleh banjir.
Pemerintah dan TNI terus memastikan percepatan ini. Harapannya besar.
“Kehadiran jembatan-jembatan tersebut diharapkan dapat segera memulihkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Aceh,” demikian penutup keterangan tersebut.
Jadi, meski masih ada yang dikerjakan, akses untuk warga Aceh pelan-pelan mulai tersambung kembali. Itu yang terpenting.
Artikel Terkait
My Chemical Romance Buka Tiket Konser Tunggal di Jakarta, Catat Tanggalnya!
Genangan Air di Jakarta Akhirnya Surut, BPBD: Tetap Waspada
Omar Tuding Trump Sebagai Dalang di Balik Serangan Cairan Misterius
Komnas PA Dukung Inara Rusli, Sebut Pengambilan Anak oleh Virgoun sebagai Kekerasan Psikis