Tanpa sengaja, dia menjatuhkan operator kamera yang lagi duduk di tepi pintu, bersiap untuk melompat. Untungnya, sang kameramen berhasil menahan diri.
Dalam video, terlihat jelas si penerjun, yang identitasnya sengaja dirahasiakan laporan resmi, tampak shock berat. Dia sempat meletakkan tangan di helmnya selama beberapa detik, seperti orang yang sedang mencoba menyadari apa yang baru saja terjadi. Napas pasti tertahan melihatnya.
Namun begitu, kisah ini punya akhir yang beruntung. Meski tergantung dalam situasi yang mustahil, sang penerjun payung itu akhirnya berhasil dibebaskan dan selamat. Rincian teknis penyelamatannya masih diselidiki lebih lanjut oleh ATSB.
Insiden ini mengingatkan betapa aktivitas ekstrem seperti terjun payung punya risiko yang nyata. Satu kesalahan kecil, satu detik yang meleset, bisa mengubah segalanya. Tapi di sisi lain, keberhasilannya selamat juga jadi bukti nyata pentingnya prosedur keselamatan dan ketenangan dalam menghadapi keadaan darurat di udara.
Artikel Terkait
Gempa M 4,3 Guncang Laut dekat Tahuna di Tengah Malam
Kroasia Tolak Ajakan Trump Bergabung dengan Dewan Perdamaian
Sirine Banjir Bekasi Berdentang di Tengah Malam, Ini Penjelasan Wali Kota
Komisi Yudisial Dorong Pemecatan Tiga Hakim Terkait Pelanggaran Etik Berat