Kroasia memutuskan untuk tidak ikut serta dalam ‘Dewan Perdamaian’ yang digagas Donald Trump. Kabar ini datang langsung dari Perdana Menteri Andrej Plenkovic, yang secara tegas menyatakan penolakan negaranya.
“Setelah analisis menyeluruh, posisi pemerintah... adalah bahwa saat ini Kroasia tidak akan bergabung dengan 'Dewan Perdamaian' karena sejumlah alasan,” ujar Plenkovic, Kamis lalu.
Ia berjanji akan memaparkan alasan lengkapnya di lain waktu. Namun begitu, langkah ini sebenarnya sudah bisa ditebak. Sejak diundang bergabung awal bulan ini, sikap Zagreb memang terlihat hati-hati, bahkan cenderung skeptis.
Di sisi lain, Plenkovic mengaku masih menunggu. Menunggu apa? Sikap resmi Uni Eropa. Sambil menunggu, mereka akan menilai ulang segala aspek proposal itu, terutama dari sisi hukum. Tampaknya Kroasia enggan bergerak sendiri dalam hal ini.
Presiden Zoran Milanovic punya pandangan lain. Dalam pembicaraan dengan Plenkovic sehari sebelumnya, Milanovic mendesak agar undangan Trump ini dibahas dulu oleh dewan keamanan nasional. Ada perbedaan pendapat di sana, meski akhirnya keputusan ada di tangan pemerintah.
Inisiatif Trump ini sendiri diluncurkan dengan panggung yang megah di Davos pekan lalu. Dihadiri para pemimpin dari 19 negara, piagam pendiriannya ditandatangani di forum ekonomi dunia itu. Tapi, di balik kemeriahan itu, keraguan sudah mengemuka. Sekutu AS macam Prancis dan Inggris pun tak serta merta memberi dukungan penuh.
Memang, awalnya dewan ini disebut-sebut untuk mengawasi rekonstruksi Gaza. Tapi membaca isi piagamnya, ruang lingkupnya tampak lebih luas dan tidak terbatas. Banyak yang menilai ini seperti upaya untuk menyaingi peran Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dan Kroasia, untuk saat ini, memilih untuk tidak terjun ke dalamnya.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi