Kasus seorang guru SD di Tangerang Selatan yang dilaporkan ke polisi ramai jadi perbincangan. Penyebabnya? Teguran sang guru kepada muridnya dianggap melampaui batas, dan dilaporkan sebagai dugaan kekerasan verbal. Laporan itu kini resmi ditangani Polres setempat.
Menurut sejumlah saksi, semuanya berawal dari sebuah lomba sekolah pada Agustus tahun lalu. Saat itu, seorang murid terjatuh. Yang bikin miris, bukannya menolong, beberapa temannya malah pergi meninggalkannya begitu saja.
Melihat kejadian itu, sang guru yang juga wali kelas pun memberi nasihat. Niatnya mungkin baik, ingin mendidik. Tapi, cara penyampaiannya dianggap terlalu keras, bahkan terkesan marah-marah di depan umum. Nah, dari situlah masalah mulai meruncing.
Keluarga murid yang merasa tak terima akhirnya mengambil langkah. Mereka memindahkan anaknya ke sekolah lain. Tak cuma itu, mereka juga melayangkan laporan ke sejumlah instansi, mulai dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pendidikan Provinsi, hingga yang terakhir ke Polres Tangerang Selatan. Inti laporannya tetap sama: tuduhan kekerasan verbal.
Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, Ipda Yudhi Susanto, membenarkan laporan tersebut sudah masuk. "Saat ini sudah terdaftar di kita sejak bulan Desember," ujarnya kepada wartawan, Selasa (27/1) lalu.
Namun begitu, dia enggan berkomentar lebih jauh. "Saat ini kita masih mendalami perkaranya, masih sesuai SOP yang ada. Kita kan juga asas praduga dan lainnya. Sementara sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan terkait itu," tambah Yudhi.
Di tengah proses hukum yang berjalan, sang guru disebutkan masih bisa mengajar seperti biasa. Dia mendapat pendampingan dari pihak sekolah dan kuasa hukumnya. Situasinya memang serba tidak menentu.
Artikel Terkait
Badai Kristine Guncang Portugal, 4 Tewas dan Ratusan Ribu Rumah Gelap Gulita
Muhammadiyah dan Polresta Bogor Sepakat Perkuat Dakwah yang Menyejukkan
Kuliah Bukan Scam, Tapi Ekspektasi Kita yang Perlu Ditata Ulang
Es Gabus dan Aparat: Saat Hukum Pidana Bukan Satu-Satunya Jalan