WASHINGTON Lewat unggahan di Truth Social, Presiden Donald Trump kembali mengirim pesan keras kepada Iran. Intinya sederhana: segera buat kesepakatan soal nuklir, atau bersiaplah menghadapi serangan AS yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Serangan yang dia maksud, menurutnya, akan jauh melampaui apa yang terjadi pada Juni 2025 lalu.
“Semoga Iran segera 'duduk di meja perundingan' dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata -Tanpa senjata nuklir- kesepakatan yang baik untuk semua pihak,” tulis Trump, Kamis (29/1/2026).
Dia tak main-main. Waktu bagi Iran, katanya, hampir habis. Dan ancaman itu dibarengi dengan klaim militer yang gamblang.
Armada tempur dalam jumlah besar sedang menuju ke sana. Armada itu penuh kekuatan, dan bergerak cepat. Begitu penegasannya.
Namun begitu, respons dari Teheran justru datang dengan nada penolakan yang tegas. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan jelas menyatakan negaranya tak akan kembali ke meja perundingan selama ancaman serangan masih menggantung.
Artikel Terkait
Razia Imigrasi Ungkap Sindikat Penipuan Nigeria dari Balik Toren Apartemen
Potensi Rp8 Triliun dari Kapal Asing Menguap, INSA Desak Kolaborasi Kemenkeu-Kemenhub
NU Genap Satu Abad, Prabowo Siap Berikan Amanat di Puncak Harlah
Herdman Blusukan ke Klub, Pelatih Persija Anggap Angin Segar