“Tidak ada kontak antara saya dan (utusan Trump Steve) Witkoff dalam beberapa hari terakhir, dan tidak ada permintaan untuk negosiasi yang diajukan dari kami,” kata Araghchi kepada media pemerintah.
Dia melanjutkan, menegaskan prinsip yang dianut pemerintahannya.
“Sikap kami jelas: Negosiasi tidak berjalan seiring dengan ancaman, dan pembicaraan hanya bisa dilakukan ketika tidak ada lagi ancaman dan tuntutan yang berlebihan.”
Jadi, situasinya kembali mentok. Dari Washington, ultimatum dan ancaman kekuatan. Dari Teheran, penolakan untuk berunding di bawah tekanan. Kedua pihak seperti bermain chicken, saling menatap, menunggu siapa yang akan mengalah lebih dulu. Dan di tengahnya, dunia kembali menahan napas menyaksikan ketegangan yang makin memanas ini.
Artikel Terkait
Gelandang Persija Kritik Kondisi Lapangan JIS Usai Raih Dua Hasil Imbang
Inspirasi Ucapan Idul Fitri 2026 Jelang Perayaan 21 Maret
Trump Desak China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Ancam Tunda Pertemuan dengan Xi
Warga Bekasi Jalani Puasa dengan Jadwal Imsak Berbeda antara Kabupaten dan Kota