“Tidak ada kontak antara saya dan (utusan Trump Steve) Witkoff dalam beberapa hari terakhir, dan tidak ada permintaan untuk negosiasi yang diajukan dari kami,” kata Araghchi kepada media pemerintah.
Dia melanjutkan, menegaskan prinsip yang dianut pemerintahannya.
“Sikap kami jelas: Negosiasi tidak berjalan seiring dengan ancaman, dan pembicaraan hanya bisa dilakukan ketika tidak ada lagi ancaman dan tuntutan yang berlebihan.”
Jadi, situasinya kembali mentok. Dari Washington, ultimatum dan ancaman kekuatan. Dari Teheran, penolakan untuk berunding di bawah tekanan. Kedua pihak seperti bermain chicken, saling menatap, menunggu siapa yang akan mengalah lebih dulu. Dan di tengahnya, dunia kembali menahan napas menyaksikan ketegangan yang makin memanas ini.
Artikel Terkait
Raksasa Eropa Terancam Tersingkir Lebih Awal di Liga Champions
Pemerintah Prabowo Pacu Kedaulatan Energi, Nuklir Masuk Peta Jalan
Razia Imigrasi Ungkap Sindikat Penipuan Nigeria dari Balik Toren Apartemen
Potensi Rp8 Triliun dari Kapal Asing Menguap, INSA Desak Kolaborasi Kemenkeu-Kemenhub