Siang itu, di TPU Kampung Baru Lubuk Basung, sepuluh jenazah korban banjir bandang Palembayan akhirnya dimakamkan. Mereka dikuburkan bersama dalam satu liang lahad yang memanjang, setelah selama dua pekan terbaring tak dikenal di RSUD setempat.
Kombes Wahono Edhi dari Posko DVI RSUD Lubuk Basung menjelaskan situasinya. "Sudah 14 hari jenazah-jenazah ini tidak teridentifikasi," ujarnya, Kamis lalu.
"Karena itulah, kami terpaksa melakukan pemakaman secara massal."
Namun begitu, harapan untuk menemukan identitas mereka belum sepenuhnya pupus. Wahono menyebut bahwa tim telah mengambil sampel DNA dari setiap jenazah. Data itu kini disimpan di DVI Mabes Polri.
"Jadi, bagi masyarakat yang kehilangan anggota keluarga, silakan melapor ke Posko DVI. Nanti akan kita lakukan pencocokan," imbuhnya.
Sebelum dimakamkan, prosesi salat jenazah digelar di Masjid Nurul Falah. Kapolres Agam, AKBP Muari, bertindak sebagai imam. Suasana hening menyelimuti lokasi, dihadiri oleh sejumlah pejabat dari kepolisian daerah setempat maupun dari Polda Riau yang turut mengawal prosesi ini.
Dari kesepuluh jenazah, komposisinya terdiri dari tiga anak perempuan, tiga wanita dewasa, dua pria dewasa, dan dua anak laki-laki. Untuk memudahkan proses identifikasi ke depannya, setiap nisan diberi penomoran khusus.
Artikel Terkait
Menteri Perhubungan Blusukan ke Pelabuhan Merak, Pastikan Kesiapan H-3 Arus Mudik
Pakar Dukung Pembatasan Kuota PTN, Soroti Perluasan Beasiswa dan Pemberdayaan PTS
Bandara Soekarno-Hatta Ramai Penumpang Mudik Lebaran Sejak Dini Hari
Banyuwangi Siapkan 48 Masjid Ramah Pemudik untuk Arus Mudik Lebaran 2026