Di sisi lain, beredar kabar bahwa pria itu punya aset senilai fantastis, setara dengan nominal cek palsunya. Tarman dengan cepat membantah. “Itu tidak ada,” ucapnya singkat, tanpa banyak basa-basi.
Konferensi pers itu sendiri digelar di Gedung Graha Bhayangkara, Jalan Ahmad Yani. Suasana terkesan tegang namun lancar. Mbah Tarman hadir dengan status tersangka, menjawab pertanyaan seperlunya dengan gaya khas orang tua Jawa yang tenang.
Pada intinya, seluruh akal bulusnya bermuara pada keinginan sederhana: meluluhkan hati Shela agar bersedia jadi istrinya. Sebuah cara yang keliru, tentu saja, dan kini harus ia pertanggungjawabkan di hadapan hukum.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Serukan Penghentian Kekerasan dan Kembali ke Dialog di Timur Tengah
NTT Data Luncurkan Pabrik AI Berbasis NVIDIA untuk Percepat Adopsi Perusahaan
Gejolak Global dan Momentum Indonesia Menuju Kekuatan Ekonomi Mandiri
UEFA Batalkan Finalissima 2026, Duel Spanyol vs Argentina Batal Digelar