Sebagai sesama pengguna sepeda, Pramono merasa paham betul dinamika di jalan raya ibu kota di waktu-waktu awal hari. Baginya, disiplin waktu adalah kunci. Setelah lewat pukul enam pagi, situasi lalu lintas berubah drastis kian padat dan tentu saja, kian berisiko.
“Karena saya pesepeda kan, dan saya tahu jam berapa harus selesai. Setelah itu, lalu lintas mulai ramai,” terangnya.
Lantas, bagaimana dengan wacana perbaikan atau pensterilan jalur sepeda? Pramono punya pendapat lain. Menurutnya, persoalan utamanya bukan terletak pada infrastruktur fisik.
“Persoalannya sebenarnya bukan di jalur sepeda,” tegasnya. “Persoalannya adalah ini kan sudah bukan jam bersepeda.”
Sementara itu, kabar duka resmi dari internal SKK Migas telah beredar. “Inalillahi wainailihi rojiun telah berpulang almarhum pak Hudi eks Kadiv Program dan Komunikasi SKK Migas,” begitu bunyi kabar tersebut, mengiringi kepulangan seorang pegawai yang dikenal rajin berolahraga sebelum memulai aktivitas kerja.
Artikel Terkait
Kemenag Tetapkan 17 Februari 2026 untuk Sidang Isbat Awal Ramadan
Guru Terancam Pidana, Perlindungan Hukum Masih Sekadar Janji
Habib Bahar Bin Smith Resmi Jadi Tersangka, Akan Diperiksa Pekan Depan
Kedatangan yang Penuh Duka: Purwanto Pulang Menyambut Jenazah Putra Tercinta