Hujan deras mengguyur lagi, dan Sungai Angola di Desa Garoga, Tapanuli Selatan, pun tak bisa menahan diri. Airnya meluap, memaksa siapa saja yang ada di sekitarnya untuk lari menyelamatkan nyawa. Suasana panik langsung menyebar.
Menurut sejumlah saksi, kejadian ini berlangsung pada sore hari. Kapolres Tapsel, AKBP Yon Edi Winara, membenarkan informasi tersebut.
"Iya tadi sore," ujar Yon singkat.
Onok, salah seorang warga, menggambarkan kepanikan itu. Saat itu, ada beberapa warga dan pekerja yang sedang sibuk mengevakuasi material kayu dengan alat berat. Semuanya berubah dalam sekejap ketika air sungai tiba-tiba naik dengan cepat.
"Pekerja di situ berlarian menyelamatkan diri tadi bang, yang bawa kendaraan juga kabur menyelamatkan diri," katanya.
Onok menambahkan, rasa trauma akibat banjir bandang yang pernah terjadi sebelumnya masih sangat membekas. Itu yang membuat reaksi mereka begitu spontan dan cepat.
Dampaknya langsung terlihat. Jalan alternatif seadanya yang menjadi penghubung desa tak kuasa menahan amukan arus. Jalan itu rusak dan sebagian terseret air, memutus akses warga.
Kejadian ini seperti mengulang kisah pilu yang belum lama berlalu. Warga Garoga sepertinya harus terus waspada, menunggu kemurahan alam.
Artikel Terkait
Polri Dalami Bukti Digital Laporan Jusuf Kalla soal Dugaan Hoaks
AS Jatuhkan Sanksi ke Wakil Menteri Perminyakan Irak dan Milisi Pro-Iran atas Skandal Pengalihan Minyak
SAR Gabungan Evakuasi 20 Pendaki yang Terjebak Erupsi Gunung Dukono, Satu WNA Asal Singapura
Pemprov Banten Kaji Penghapusan Jurusan SMK yang Serap Kerja Rendah, Alihkan ke Program Keahlian Teknis