Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (20/7/2024), Budi mengatakan bahwa hal tersebut penting dilakukan seiring meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia. Sejumlah penyakit tidak menular, katanya, seperti jantung, stroke, dan kanker masih mendominasi penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia.
“Kalau itu dideteksi lebih dini 5 tahun sebelumnya, bisa dihindari sejak awal, jadi dia tidak akan kena stroke, tidak akan meninggal, umurnya akan panjang," ujarnya.
Menurutnya, penyakit-penyakit tersebut adalah penyakit kronis yang terjadi dalam waktu lama serta membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Dia menjelaskan, kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Jika hasilnya tidak sesuai, harus segera berobat ke puskesmas.
"Kalau di atas batas normal jangan panik, cepat datang ke Puskesmas, dikasih obat gratis, benar-benar gratis," katanya.
Dia menambahkan, pemeriksaan lain yang perlu dilakukan yaitu lingkar perut atau Indeks Masa Tubuh (IMT). Batas aman lingkar perut pria, ujarnya, adalah 90 cm, sementara untuk wanita 80 cm.
Dia menilai, jika melebihi batas, harus segera dikontrol, sebab apabila lemak perut bila berlebihan akan memicu masalah kesehatan yang serius seperti serangan jantung.
Artikel Terkait
Anthropic Tuduh Tiga Perusahaan AI China Curi Data untuk Latih Model
Indonesia dan Arm Jalin Kerja Sama Strategis untuk Kuasai Teknologi Desain Chip
Menhub Proyeksikan Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret
Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 18 Maret, Andalkan WFA untuk Sebaran Arus