Untuk urusan logistik, Prabowo juga menjamin ketersediaan pangan. “Sementara belum sepenuhnya (diperbaiki), pangan akan kita kirimkan, cadangan kita cukup banyak,” sambungnya.
Di lapangan, pemulihan digenjot dengan melibatkan banyak pihak. Prabowo melihat sendiri bagaimana TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pekerja lokal bahu-membahu. Ia pun menyampaikan apresiasi pada semua yang bekerja tanpa henti.
“Saya lihat kondisi kerja semua instansi baik, bahu membahu bersama rakyat, bersama pemerintah daerah, polisi, tentara semua bekerja,” kata Prabowo.
Agar perbaikan infrastruktur dan akses logistik makin cepat, Prabowo mengambil langkah taktis. Ia menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak sebagai Komandan Satgas Percepatan Perbaikan Jembatan dan Infrastruktur. Alasannya, KSAD memiliki pasukan Zeni yang mumpuni di bidang konstruksi.
“KSAD kerahkan semua ya, saya tunjuk KSAD sebagai satgas percepatan perbaikan jembatan dan pemda. Jadi bisa segera membantu,” perintahnya.
Pada akhirnya, Prabowo menegaskan kembali esensi tugas pemerintah. Terutama di tahun pertama kepemimpinan, menghadapi kesulitan rakyat adalah tantangan yang harus dijawab.
“Ini musibah, tantangan. Kita pemimpin baru satu tahun, tapi kita dipilih untuk mengatasi kesulitan,” tegasnya.
Dengan jaminan perbaikan sawah, penguatan logistik, serta pengerahan semua unsur, pemulihan ekonomi masyarakat khususnya petani di Aceh dipastikan jadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini.
Artikel Terkait
Warga Ciracas Bersihkan Rumah Terendam Banjir di Hari Kedua Lebaran
Hindari Macet Puncak, Warga Ibu Kota Ramai-ramai Pilih Ancol di Hari Kedua Lebaran
Bekal Sisa Lebaran Warnai Piknik Keluarga di Ancol
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Bandara Lombok Diprediksi 29 Maret