“Tim Labfor sudah di sini dan sedang bekerja. Mereka berusaha menemukan sebab-sebab pasti kebakaran ini,” jelas Susatyo.
Nah, dari cerita para saksi yang sempat didapat, ada dugaan kuat bahwa awal mula bencana berasal dari baterai "drone". Tapi itu baru permulaan. Polisi enggan buru-buru mengambil kesimpulan. Semuanya masih perlu dikonfirmasi lewat pemeriksaan forensik yang lebih ketat.
“Sementara ini, dari keterangan, memang ada indikasi baterai drone yang terbakar. Tapi kenapa bisa terbakar? Itu yang masih dicari,” ujarnya.
“Kita beri waktu dulu pada tim Labfor untuk bekerja. Mereka yang akan menentukan titik sumber api yang sebenarnya.”
Kebakaran yang melaporkan ke damkar sekitar pukul 12.43 WIB itu meninggalkan duka yang dalam. Korban jiwa mencapai 22 orang – 15 perempuan dan 7 laki-laki. Sebuah angka yang terlalu besar untuk sebuah musibah.
Artikel Terkait
Es Legen di Pantura Berujung Mencekam: Rp 140 Juta Raib Digasak Maling
Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Lumajang Dini Hari
Anggota DPRD Pelalawan Diperiksa Polisi Terkait Ijazah Orang Lain
Politisi Mali Divonis Tiga Tahun Penjara di Pantai Gading Atas Tuduhan Hina Presiden