Rumah sakit itu sunyi, hanya terdengar bunyi mesin pendingin. Di dalam cold storage RSUD Lubuk Basung, enam jenazah korban galodo dari Agam masih menunggu untuk dikenali. Sudah berhari-hari, tak satu pun keluarga yang datang mengklaim. Salah satu yang menyita perhatian adalah jasad seorang bocah lelaki. Ia masih mengenakan kaus jersey bernomor punggung 9, dengan nama 'Mbappe' terpampang di belakangnya.
Kombes Wahono Edi, Kaposko DVI Polda Riau, mengonfirmasi situasi yang serba tak pasti ini. Saat ditemui di lokasi, ia menjelaskan dengan suara rendah.
"Total ada tujuh jenazah di sini. Satu sudah berhasil diidentifikasi. Sisanya, enam, masih belum," ujar Wahono, Senin lalu.
Ia lalu mengimbau dengan nada harap. Bagi warga yang kehilangan anggota keluarga akibat banjir bandang yang menerjang Kecamatan Pelambayan itu, silakan datang untuk mengecek. Data-data ante-mortem sangat dibutuhkan oleh tim DVI yang berjaga di RSUD Lubuk Basung.
Di sisi lain, proses identifikasi terus berjalan meski pelan. AKBP Supriyanto, anggota Tim DVI, membeberkan rincian yang memilukan. Dari enam korban yang belum dikenali, komposisinya adalah dua anak laki-laki, dua anak perempuan, lalu satu pria dewasa dan satu wanita dewasa.
Supriyanto juga mendeskripsikan ciri-ciri pakaian dan properti yang melekat pada jenazah. Detail-detail ini mungkin bisa menjadi petunjuk bagi keluarga yang sedang berduka dan mencari.
Artikel Terkait
Israel Intersepsi 22 Kapal Bantuan Global Sumud Flotilla di Perairan Kreta, Komunikasi Armada Terputus
Mensos Gus Ipul Instruksikan Pendamping PKH di Madura Jaring Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
Polresta Serang Kota Musnahkan Lebih dari 17.000 Botol Miras Hasil Sitaan
Jerman Siap Hadapi Kemungkinan Pengurangan Pasukan AS di Tengah Ketegangan dengan Trump