Medan yang berat tak menyurutkan langkah tim PLN. Di Aceh Tamiang yang terdampak bencana, mereka terus berupaya menyalakan listrik secepat mungkin. Harapannya jelas: aliran listrik akan jadi napas baru bagi upaya penanganan pascabencana yang tengah berjalan.
Upaya itu mulai membuahkan hasil. Pada Kamis lalu, tanggal 4 Desember, lampu-lampu di Rumah Sakit Umum Daerah Muda Sedia akhirnya menyala. Genset berkapasitas 66.000 watt berhasil didatangkan dari Kota Langsa. Perjalanannya sendiri bukan perkara mudah. Tim harus menembus jalur darat yang rusak parah berlumpur, tanah amblas, bahkan ruas jalan yang terputus hanya untuk mengantarkan genset dan lampu emergency ke fasilitas kesehatan dan posko pengungsian.
Kehadiran listrik di rumah sakit itu disambut dengan lega. Andika Putra, Direktur Utama RSUD Muda Sedia, tak menyembunyikan apresiasinya.
"Di tengah kondisi yang serba sulit, kehadiran listrik dari PLN adalah penyelamat. Tanpa itu, banyak tindakan medis yang tidak bisa kami lakukan. Kami sangat berterima kasih karena respons cepat ini benar-benar menjaga keselamatan pasien," kata Andika dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/12/2025).
Di sisi lain, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan komitmennya. Dalam situasi darurat seperti ini, listrik adalah penopang utama layanan publik yang tak boleh padam.
"Atas arahan langsung dari Bapak Menteri Kesehatan, Bapak Budi Gunadi Sadikin, kami prioritaskan rumah sakit harus menyala lebih dulu, karena di sana ada nyawa yang dipertaruhkan," ujarnya.
Artikel Terkait
Operasi SAR Tutup, Seluruh Korban Kecelakaan ATR di Bulusaraung Berhasil Ditemukan
Praja IPDN Bantu Bersihkan 19 Gedung Pemerintah di Aceh Tamiang Pascabencana
Manajer Sawit di Pandeglang Diduga Kunci Korban di Ruangan untuk Pelecehan
LPDP 2026 Buka Pendaftaran, Fokus pada Dampak dan Industri Strategis